HAPPY 2026, EVERYONE

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Happy 2026, everyone!


Wishing you all the very best for the new dawn and the coming days.
May the Almighty God continues showering us with endless blessing, love, prosperity, happiness and protection. 
Aamiin allahumma aamiin...


2026 is here.  Are you ready? 

Bisa jadi setiap tahun kita menyambut tahun baru dengan segala kekhawatiran, what the new year will bring. Apalagi jika tahun sebelumnya banyak sekali tantangan, cobaan, ujian dan hal - hal yang kerap membuat kita berhenti sejenak dan mengambil jeda. 

Aku sendiri kerap menghadapi berbagai kelucuan dan drama dalam hidup, yang betul - betul membuatku menarik nafas panjang dan memohon kekuatan dari-Nya untuk menghadapi semua cobaan tadi.

Tapi aku selalu yakin dan percaya kalau Allah SWT, Sang Maha Pemilik Segala, selalu memberi skenario terbaik dalam hidup. Dengan berbagai cara, berliku jalan, dan aneka suasana yang bisa membolak - balik hati, hari - hari kita lalui dengan berbagai pembelajaran.


The new day is coming... mari kita sambut gembira..

Dan 2025 menjadi tahun yang penuh dengan cerita.  

Penuh berkah. 

Penuh kebaikan.

Penuh pelajaran hidup.

Penuh bukti nyata cinta dan kebesaran-Nya, untukku dan keluargaku.

Alhamdulillaah. 

Nanti aku kembali dengan detail cerita penuh warna 2025 yaa.

Selamat menyongsong hari baru, dengan semangat dan tekad baru, dan tentu saja penuh doa dan harapan yang terbaik. 

Wassalammualaikum warrahmarullahi wabarakatuh.

Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 4 Hotel Waqf Outhman bin Affan




Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

How is everyone... I sincerely hope you have blessed days with your loved ones. That's exactly what we need most of the times, right.

Welcome back and allow me to continue sharing #thefrakarsas experience for umroh mandiri. Mudah - musahan sempat membawa series of posts sebelumnya mengenai Perjalanan umroh mandiri kami ya.

Kali ini, aku akan share hotel tempat kita tinggal 6 hari, 5 malam di Madinah.

Hotel Waqf Outhman bin Affan

Ring a bell?

Kalau mendengar nama hotel ini, kita akan langsung ingat salah satu khulafaur rasyidin atau sahabat Nabi junjungan kita. Kami memilih tempat ini awalnya berfikir tempat ini merupakan  waqaf dari salah satu Sahabat Nabi Muhammad SAW, Usman bin Affan, yang memang terkenal dengan kedermawanannya. Kami berharap bisa meneladani berbagai kedermawanan beliau. Well one thing for sure, tempat ini adalah murni hotel komersial, bukan tempat charity, dan bertujuan untuk menawarkan akomodasi bagi jemaah yang membutuhkan. 

So, alhamdulillah   kami tinggal di hotel ini selama berada di Madinah.

Di kota cantik dan bersejarah ini, kami memilih untuk stay di Hotel Waqf Outhman bin Affan karena memang reviewnya di Google Maps lumayan. Plus harganya juga lumayan murah dan  masuk akal dengan lokasinya yang strategis dan dekat Masjid Nabawi terutama pintu Perempuan. Tentu saja ada banyak hotel lain yang lebih dekat, tapi harganya lebih mahal.

Kamar Kami dengan 4 tempat tidur

Alhamdulillah kami dapat kamar yang luas, walaupun saya booked untuk berdua namun dapat kamar untuk kapasitas berempat. Jadi kamarnya luas dan tempat tidurnya banyak. Cukup untuk menaruh koper - koper dan bawaan kami lainnya.

Breakfast is great, we both love it! Karena biasanya kami ke masjid sejak jam 3 pagi hingga selesai waktu syuruq, biasanya kami kembali ke hotel dalam Keagan super lapaaar. So, for sure we devour all the food they have. Favorit  kami adalah salad bar yang komplit dan banyak sayuran segar. Bahagia banget lihat aneka olive dan juga tomat serta sayuran segar lainnya, dengan aneka dressing dan dipping sauce. 

Sarapan pagi kami di hotel

Makanan hangatnya juga enak, selalu ada olahan kentang, falafel, pasta atau mie, telur (baik telur rebus, omelet, mata sapi dan lainnya) plus olahan daging cincang atau kambing dan chicken nugget atau strips untuk anak - anak. Ada aneka roti, naan dan pastries, lengkap dengan mentega, selai, keju oles, madu dan lainnya. Cakes juga ada dan teh serta kopi khas arab serta kurma juga tersedia. Pokoknya alhamdulillah makanan berlimpah.

area makan di restoran

the dining room, the escalator and the upper floor

Salah satu faktor penting yang membuat kami memilih hotel ini adalah akses ke masjid Nabawi yang dekat, terutama ke gerbang 326 menuju pintu 13 di Western Female praying area. Saya jalan sekitar 6-7 menit, kalau santai - santai sekitar 10 menit. Bahkan pernah kami jalan dari hotel saat Adzan mulai berkumandang dan masih kebagian tempat serta bisa sholat jamaah tepat waktu. 

jalan ke gerbang 326 tidak terlalu jauh dari hotel

Dari hotel, kami juga mudah untuk eksplorasi dan ke mana - mana juga walkable, termasuk restoran dan tempat makan seru (bolak - balik ke restoran Alfaris yang menyediakan nasi onta dan aneka makanan khas Timur - Tengah yang enak dan harganya oke, dan Karak Express - nanti aku share terpisah ya ceritanya 😇), perfume corners (toko parfum favorit yang kita lewati berkali - kali sehingga bolak - balik beli karena enak dan murah jatuhnya) dan tempat oleh-oleh favorit jemaah Indonesia yang banyak diskonnya. Demikian juga untuk supermarket Bin Dawood atau pun toko lainnya. Untuk ke museum, beberapa masjid lain yang dikunjungi di seputaran masjid Nabawi juga bisa ditempuh dengan jalan kaki walaupun agak jauh. Taksi dan moda transportasi lainnya juga mudah kita dapatkan.

pemandangan dari restoran hotel.. kacanya penuh debu hehe

Untuk 6 hari 5 malam, kami membayar sekitar IDR 11.800.000an. Kami memesan melalui OTA, mengambil yang bisa dicancel sambil terus cek dan saat mendapat harga yang murah, booking tersebut yang kami ambil. Awal booking untuk durasi yang sama kami harus membayar IDR 14.000.000,- namun saat ada promo mendekati hari keberangkatan, kita cancel bookingan awal dan mengambil harga promo. Alhamdulillah bisa menghemat sekitar IDR 2.200.000,-

Di hari terakhir, karena kami menyewa mobil untuk trip Madinah - Mekah, kami juga bisa parkir gratis di basement.

Hotelnya memang agak tua tapi so far so good. Kamar bersih dan fasilitas di dalam kamar baik. AC menyala dengan baik, amenities juga cukup. Handuk bersih selalu tersedia, demikian juga untuk Sabun, shampo, conditioner, sikat dan pasta gigi, dan lainnya. Setrika dan meja setrika juga tersedia.

Hotelnya aksesibel ♿️✅ untuk pengguna kursi roda tapi ada beberapa corner yang berisi tangga dan platforms. Tapi ramps dan lift tersedia.

Para staf juga friendly dan helpful. Mereka bisa berbahasa Inggris dan bisa Komunikasi dengan lancar, sehingga tidak masalah. Alhamdulillah check in dan check out tidak masalah dan cepat, demikian juga saat minta tempat parkir.

Oh ya, di dekat hotel ini banyak toko souvenir dan juga laundry. So all ini all, our stay is very convenient. Alhamdulillah, as it’s the first hotel we choose for our umroh journey this time, the good experience gives us extra energy and great vibe during this religious trip.

I will be back with more stories for sure. In sya Allah kita bertemu di cerita berikutnya ya. saat menuliskan cerita ini saya sudah rindu dengan Madinah dan Mekah. Semoga kita semua bisa dimudahkan untuk kembali menjadi tamu-Nya.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

tunggu kami kembali, Madinah







Escapade to New Plymouth and Lake Taupo (Part 2)


Welcome back, everyone..

This is another super duper late post (the trip was made in 2023) but I'd love to share more of our experiences in Aotearoa New Zealand. How I miss our days there 😍!

So, let's continue our trip on this sweet escapade we have to New Plymouth and Lake Taupo.

Don't miss the first part and you can read Escapade to New Plymouth and Lake Taupo (Part 1) too. You can see how fun and excited it was.

As we continued our trip to  Lake Taupo, we arrived in late afternoon at Taupo area, just in time to enjoy the lovely sunset by the Lake. We stayed at Cascade Lakefront Motel and took 2 big rooms,- more like apartment, for 13 of us. All the ladies and kids stayed together and the boys got their own room. The hotel is perfect because it has direct access to the lake. And Lake Taupo, famous for its sunset and lake-related activities, is not disappointing at all. I have to say we had excellent sunset here! You can see that in my YouTube video as well :). I was actually planning to try the pool and the hot tub but we were running out of time. 


That night, we had dinner in one of the restaurants in the nearest area. I forgot what’s the name of the place, will check it out on Google Maps and get back to you on that. For sure, we ordered Korean BBQ, sun dubu, japchae, and more (I hope I write them write). Kids really loved the restaurant and they really devoured their food.

I have shared the review of the Cascade Lakefront Motel on my Youtube Channel



We spent some times enjoying sunset here and the had dinner in the nearby restaurant. This time, we had some chickens and a lot of desserts. Well, kids love all the cakes and chocolates for sure. Really enjoyed the adventures here..


Of course, our adventures continue in Huka Falls and Three Sisters and the Elephant. Have you heard of these place before?

Three Sisters and the Elephant is the famous spot in New Plymouth where you can see the big rocks and unique formation that stand close to each other. We came at the right time, about to be sunset and the dramatic sky was dominating the area. It was magical! Tell me what you think about this place.. 



We stopped by at this place and parked our cars in the designated area. My husband got his drone ready as well while we walked to the Three sisters rocks. We really have to be careful because while it was low tide, we could walk closer to the rocks, yet we have to know when the high tide starts before we went back to the car.



We were lucky! We got to see the three sisters rocks as well as the elephant, although the elephant rock didn't look like an elephant with its distinct trunk anymore because of the erosion. Yet, the sunset gave us great sky and wonderful ambiance. 



We took tons of photos, videos and drone footage. After that, we cleaned up a bit and continued our journey to Wellington. It was a great journey indeed and I sincerely hope we can go back to Aotearoa New Zealand for more adventures.

See you on the next story!




Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 2 Madinah



Nabawi mosque - Madinah
Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings  - part 2 Madinah 

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Semoga semua baik - baik dan sehat ya. Lanjut share perjalanan Umroh perdana dan mandiri kami, allow me to share more on our days in Madinah, the beloved city of Prophet Muhammad SAW.

one of the minarets in Nabawi mosque

Masih dari Madinah, kota yang kami singgahi langsung dari Jeddah. Kota indah kecintaan Nabi Muhammad SAW yang penuh kedamaian dan membuat saya dan suami, instantly fall in love. Sungguh satu perasaan tiada dua yang membuat saya dan suami sering terdiam terpaku, dengan senyum mengembang sambil berdoa agar bisa kembali ke sini. 



Selama di Madinah kami selalu usahakan sholat lima waktu di Masjid Nabawi yang indah dan sangat menyejukkan. 



Masya Allah... rasanya masih terasa di hati dan tak terasa air mata menggenang karena terbayang damainya saat beribadah di sana dan keinginan untuk kembali ke sini.  



Mulai dari courtyard yang diteduhi payung - payung cantik, baab atau pintu megah yang dipenuhi untaian kalimat suci dari Al Quran, suasana di dalam masjid, karpetnya yang cantik dan nyaman, jajaran air zamzam yang bisa kita nikmati, dan banyak hal lain yang membuat ibadah begitu nyaman, termasuk aroma yang begitu istimewa. Bikin kangen! 

suasana di dalam Rawdah

Dan tentu saja kami bersyukur mendapat kesempatan mengunjungi Rawdah, mengucapkan salam langsung kepada Baginda Rasulullah kecintaan kita semua, memanjatkan segala doa terbaik. 

Assalammualaika ya Rassulullah ...

Alhamdulillah cukup lama juga kami bisa berdoa di Rawdah usai sholat subuh, di hari kedua kami di Madinah. 

Ingin berlama - lama tentunya tapi karena menggunakan aplikasi Nusuk, sudah ada waktu yang terjadwal untuk masuk dan juga untuk berdoa di dalam. Saya dan suami masuk dengan jadwal yang berbeda, sesuai dengan availibility yang kami dapatkan via aplikasi Nusuk tadi. Saya mendapat jadwal ba'da subuh, suami agak siang sedikit. 

Penampilan aplikasi Nusuk

Untuk teman -teman yang akan menjalan ibadah umroh dan haji, jangan lupa untuk menggunakan aplikasi Nusuk ya. Saat kami berangkat umrah lalu, aplikasi ini belum menjadi semacam kewajiban, walaupun untuk mendaftar dan mendapat jam kunjungan ke Rawdah sudah harus menggunakan aplikasi ini. Sekarang, bahkan untuk pemesanan hotel, kendaraan dan banyak hal harus dilakukan di aplikasi Nusuk ini.

Untuk mendaftar masuk Rawdah, kita harus pastikan ada jadwal yang tersedia. Saya sempat ‘war’ karena di bulan Syawal (dan juga bulan - bulan lainnya ya) masih banyak jamaah yang ingin masuk ke Rawdah. Saat Kami mencoba booking, kami menggunakan pilihan tanggal dalam bulan Syawal, bukan bulan April. Ternyata ini berpengaruh kepada bookingan kita. Kami juga menggunakan perangkat Android, karena ternyata menggunakan iPhone somehow gagal terus. Jangan lupa, setelah kita booking nanti ada tanggal tertentu di mana kita harus konfirmasi ya. Jangan sampai terlewat, karena nanti bookingan kita hilang deh.

Tampilan booking code Nusuk

Alhamdulillah, we managed to get the chance to visit Rawdah.  Again, it gave us an indescribale feeling saat berada di dalam rawdah. 

mihrab di dalam Rawdah

Begitu dekat dengan Nabi junjungan umat Islam, panutan kita semua, rasa haru betul - betul tidak bisa saya tahan. 

Ramainya jamaah yang ingin melakukan ziarah ke Rawdah

Sambil menunggu masuk ke area rawdah, saya lakukan berbagai sholat sunnah seraya memanjatkan doa yang tiada henti. Air mata saya tiada henti mengalir, karena perasaan takjub, bahagia, takut, khawatir karena ingat dosa dan khilaf, tapi juga lega serta bersyukur menjadi satu diberi kesempatan untuk datang langsung ke tempat ini. Selama di dalam, saya juga mendapat kesempatan mendekat ke pilar yang ditandai khusus, mihrab serta mimbar tempat Nabi Muhammad SAW biasa berikan khotbah. Alhamdulillah, bahagia rasanya bisa melihat  semua ini. Rasanya ingin berlama - lama tapi tentu saja sudah harus bergantian dengan jamaah yang lainnya. semoga ada kesempatan berikutnya untuk mampir ke sini lagi. 

Here are some photos I took inside.










Selama di Madinah, kami tinggal di Hotel Waqf Outhman bin Affan. Letaknya tidak jauh dari pintu 366 Masjid Nabawi, yang dekat sekali untuk pintu perempuan. Nanti saya cerita terpisah ya mengenai hotel ini. 


Selama di Madinah, selain menghabiskan waktu di Masjid Nabawi, kami sempat berziarah dan  mengunjungi masjid - masjid bersejarah lainnya. Ada banyak masjid bersejarah dan juga memiliki arsitektur yang indah di Madinah. Beberapa yang kami kunjungi adalah Masjid Quba, Qiblatain, Abu Bakar, Bilal dan Usman Bin Affan. Nanti saya coba share lebih details secara terpisah yaaa. 

Thank you and see you on the next post.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - photo album Madinah 1

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Semoga teman - teman semua selalu dalam lindungan-Nya di mana pun berada.

Sambil menunggu lanjutan cerita  Umroh Perdana dan Mandiri kami #thefrakarsas , boleh ya share beberapa photos yang kami tangkap dan rekam selama menjalani perjalanan ibadah ini.

As I have indicated in the title, it's truly a never ending journey to reach Allah's blessings. One that never fails to amaze me and my munchkin.


Again, stopping first at Madinah was the best decision we made as we started our maiden journey to Haramain, Mecca and Madina. 




Such a tranquil, peaceful city, holding a special place in the heart of our beloved Prophet Muhammad SAW and where he finally rested in love and peace.




Its courtyard with those amazing umbrellas is indeed a unique view for those who are lucky enough to come and visit this place, while the architectures and the details of Nabawi mosque are exquisite. 





And of course, Rawdah... there are no words can describe the feeling as one steps into this sacred part, where our beloved Prophet Muhammad SAW rests in peace. 



Its green dome is indeed iconic and inside is truly a paradise garden on earth, bestowed with His blessings and rahmah. 







My hubby and I certainly hope we can go back again here soon.
Insya Allah ...








So, there we go... 

I hope you do enjoy some of the photos of our spiritual journey.

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh